Perbedaan Menabung dan Berinvestasi
  1. Home >
  2. Blog >
  3. Perbedaan Menabung dan Berinvestasi

Perbedaan Menabung dan Berinvestasi

PropertiLord - 12 Apr 2022
Share
thumbnail
Perbedaan Menabung dan Berinvestasi Masih banyak di antara kita yang belum bisa membedakan antara menabung dengan berinvestasi. Padahal dua aktivitas keuangan ini sangatlah berbeda. Mari kita simak perbedaannya.

-Menabung-

Ada peribahasa yang diturunkan dari orang tua ke anak cucunya bahwa menabung itu "sedikit-sedikit, lama-lama akan menjadi bukit". Dalam hal menabung peribahasa ini memang benar adanya. Menabung merupakan kegiatan menyisihkan uang dari penghasilan yang tujuannya disimpan, di akumulasi, untuk dipergunakan di kemudian hari. Biasanya menabung identik dengan tujuan jangka pendek.

Menabung memiliki tingkat resiko yang kecil, hal ini dikarenakan hasil dari tabungan kita tergantung dari seberapa banyak dan konsistennya kita dalam mengalokasikan uang dalam tabungan tersebut. Sehingga risiko berkurangnya nilai dari menabung bisa dikatakan tidak ada.

Bentuk dan produk dari menabung adalah tabungan/simpanan. Wadah untuk menampung dana tabungan juga berbeda-beda. Beberapa dekade silam, masyarakat familiar dengan menabung di celengan bambu, celengan berbentuk keramik berbentuk hewan, maupun menimbun uang tunai di bawah kasur. Seiring berjalannya waktu, masyarakat modern sudah menyimpan dana tabungan di dalam saving account di bank masing-masing. Walaupun ada bunga yang diberikan bank untuk simpanan +/-0.07% per-tahun, pendapatan bunga tersebut tidak begitu signifikan setelah dikurangi dengan biaya administrasi lainnya.

-Investasi-

Perumpamaan investasi adalah seperti menanam benih tanaman buah yang terus bertumbuh kembang dan ketika sudah matang, bisa kita nikmati hasilnya. Dari analogi ini bisa kita simpulkan bahwa kegiatan investasi tujuannya adalah jangka panjang.

Investasi memiliki resiko yang besar, hal ini sepadan dengan hasil yang didapatkan kedepannya sesuai dengan prinsip “high risk high return”. Sama halnya seperti analogi menanam benih di atas, kita pasti berharap benih tersebut tumbuh besar menjadi pohon yang berbuah banyak, namun dalam prosesnya, terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi seperti kesuburan tanah, cuaca, nutrisi, dan hama tanaman. Begitu juga dengan investasi, kita perlu memperhitungkan risiko yang mungkin timbul dalam proses. Setelah mengetahui risiko jenis investasi, kemudian dicocokkan dengan kemampuan dan toleransi terhadap risiko tersebut.

PLGL::v2/landing.h2.blog